Prodi D-3 Kebidanan STIKESMUS Gelar Uji Antenatal Care (ANC), Bekali Mahasiswa Keterampilan Pelayanan Kehamilan Sejak Dini

Program Studi D-3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (STIKESMUS) terus berupaya menyiapkan mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja melalui pembelajaran berbasis praktik. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Uji Antenatal Care (ANC) yang dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu, 20–21 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 3 Prodi D-3 Kebidanan.

Uji ANC ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran praktik kebidanan yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam memberikan asuhan kehamilan secara komprehensif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diuji pemahaman teorinya, tetapi juga keterampilan klinis, ketelitian, serta sikap profesional yang akan mereka butuhkan sebagai calon bidan.

Sejak pagi, suasana ruang praktik kebidanan STIKESMUS tampak aktif dan penuh semangat. Mahasiswa dengan seragam praktik mengikuti setiap tahapan uji dengan serius dan penuh tanggung jawab. Di bawah pendampingan dosen penguji, mahasiswa melakukan simulasi pelayanan antenatal sebagaimana yang akan mereka hadapi di fasilitas pelayanan kesehatan sesungguhnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan kehamilan, mulai dari pemeriksaan fisik ibu hamil, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), pemeriksaan gula darah, hingga pemeriksaan urin reduksi. Seluruh tahapan dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada standar pelayanan kebidanan, sekaligus melatih kemampuan komunikasi yang humanis kepada pasien.

Kaprodi D-3 Kebidanan STIKESMUS, Lilik Hanifah, SST., M.Kes., M.Keb., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi praktik klinik dan dunia kerja. “Melalui uji Antenatal Care ini, mahasiswa dilatih untuk menerapkan teori ke dalam praktik nyata. Tidak hanya keterampilan teknis yang kami nilai, tetapi juga ketelitian, cara berkomunikasi, serta sikap profesional dan empati mahasiswa sebagai calon bidan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lilik Hanifah menambahkan bahwa Uji ANC juga menjadi sarana evaluasi pembelajaran bagi program studi. “Kegiatan ini menjadi tolok ukur bagi kami untuk melihat kesiapan mahasiswa dalam memberikan pelayanan antenatal sesuai standar kebidanan. Dari sini, proses pembelajaran dapat terus diperkuat agar lulusan benar-benar siap memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk terbiasa menghadapi situasi pelayanan kebidanan secara langsung, sehingga kepercayaan diri dan keterampilan mereka terus berkembang. Pendekatan pembelajaran seperti ini menjadi salah satu keunggulan pendidikan kebidanan di STIKESMUS dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.

Kegiatan Uji Antenatal Care (ANC) ini juga sejalan dengan arah pengembangan pendidikan kebidanan di STIKESMUS yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan klinis, tetapi juga penguatan wawasan kebidanan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Hal tersebut tercermin dari berbagai penguatan akademik yang terus dikembangkan, salah satunya melalui kontribusi dosen STIKESMUS dalam penyusunan buku “Kebidanan dan Perubahan Iklim”, yang mengajak calon bidan memahami isu kesehatan ibu dan anak dalam konteks perubahan lingkungan global.

Melalui penyelenggaraan Uji ANC, Prodi D-3 Kebidanan STIKESMUS menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan kebidanan yang aplikatif, berorientasi pada kompetensi, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter calon bidan yang profesional, berempati, dan siap melayani masyarakat.

Dengan kegiatan ini, STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta berharap dapat terus mencetak lulusan bidan yang kompeten, terampil, dan siap memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara optimal di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *