Buku Kebidanan dan Perubahan Iklim: Kontribusi STIKESMUS untuk Bidan Masa Depan

Surakarta — Perubahan iklim kini semakin dirasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari dan membawa pengaruh nyata terhadap kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan ibu dan anak. Merespons tantangan tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (STIKESMUS) menghadirkan sebuah karya ilmiah berjudul Kebidanan dan Perubahan Iklim, yang secara khusus mengulas keterkaitan antara krisis iklim global dan praktik kebidanan.

Buku ini membahas bagaimana perubahan iklim memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan, kehamilan, persalinan, hingga kesehatan ibu dan bayi. Di tengah meningkatnya suhu global, bencana alam, polusi udara, serta ketidakstabilan pangan, bidan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan klinis, tetapi juga pemahaman yang lebih luas terhadap faktor lingkungan yang berdampak pada keselamatan ibu dan anak.

Disusun berdasarkan kajian jurnal internasional bereputasi dan berbagai studi ilmiah terkini, buku Kebidanan dan Perubahan Iklim mengupas beragam risiko kesehatan akibat perubahan iklim, mulai dari gangguan hormonal dan fertilitas, risiko kehamilan seperti kelahiran prematur dan preeklamsia, hingga tantangan akses layanan kebidanan dan kesehatan mental ibu. Buku ini juga menyoroti meningkatnya kerentanan perempuan terhadap penyakit menular dalam situasi krisis lingkungan.

Lebih dari sekadar buku, Kebidanan dan Perubahan Iklim mencerminkan arah pendidikan kebidanan yang dibangun di STIKESMUS. Mahasiswa kebidanan tidak hanya dibekali keterampilan klinis, tetapi juga diajak memahami tantangan nyata yang akan mereka hadapi di lapangan, mulai dari dampak lingkungan, kondisi sosial, hingga isu kesehatan global. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya STIKESMUS mempersiapkan calon bidan yang adaptif, berpikir kritis, dan siap berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di masa depan.

Pembahasan dalam buku ini disajikan secara sistematis, mencakup konsep dasar perubahan iklim, dampaknya terhadap kesehatan reproduksi, pengaruh iklim ekstrem terhadap kehamilan dan persalinan, praktik kebidanan berkelanjutan, serta arah kebijakan, riset, dan pendidikan kebidanan yang tanggap terhadap isu perubahan iklim. Setiap bagian diperkaya dengan analisis ilmiah dan rekomendasi yang aplikatif bagi praktik kebidanan.

Ketua STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Joko Tri Atmojo, menegaskan bahwa pendidikan kebidanan perlu terus berkembang seiring tantangan zaman. Bidan masa depan diharapkan tidak hanya kompeten dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memiliki wawasan global dan kepedulian terhadap isu lingkungan yang memengaruhi kesehatan masyarakat.

Melalui penerbitan buku ini, STIKESMUS menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Buku Kebidanan dan Perubahan Iklim diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa kebidanan, dosen, praktisi kesehatan, serta pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak di tengah tantangan perubahan iklim.

Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Surakarta (YAPERTIS), STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan kesehatan yang unggul, berdaya saing, dan responsif terhadap isu-isu global, termasuk perubahan iklim yang berdampak langsung pada masa depan generasi bangsa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *