Surakarta — Di tengah meningkatnya kebutuhan perawatan lansia, peran institusi pendidikan kesehatan menjadi semakin penting. Tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, perguruan tinggi kesehatan juga dituntut hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen inilah yang terus diwujudkan oleh STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (STIKESMUS) melalui keterlibatan aktif dalam program CARESIA (Caregiver Informal Berdaya bagi Lansia) bersama Puskesmas Gajahan, Kota Surakarta.
Program CARESIA merupakan upaya pemberdayaan caregiver berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas perawatan lansia di masyarakat. Program ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Gajahan di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas Gajahan, dr. Farahdilla Mirshanti, MPH, sebagai bagian dari inovasi pelayanan kesehatan lansia yang mendapat dukungan lintas sektor, termasuk Pemerintah Kota Surakarta.
Keterlibatan STIKESMUS dalam CARESIA menunjukkan keseriusan institusi dalam menjalankan arah pengembangan tahun 2026, khususnya dalam penguatan peran dan kapasitas dosen. Program ini didukung oleh sejumlah dosen STIKESMUS lintas bidang yang berperan sebagai pendamping akademik, pengembang materi, serta mitra evaluasi program. Keterlibatan tersebut mencerminkan bahwa penguatan sumber daya manusia dosen tidak hanya berfokus pada pengembangan karier, tetapi juga pada kontribusi nyata melalui kerja langsung bersama masyarakat.
Selain penguatan SDM, CARESIA juga mencerminkan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, pengetahuan dan keterampilan kesehatan yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam mendukung keluarga merawat lansia secara lebih baik, berkelanjutan, dan bermartabat.
Semangat sinergi yang menjadi bagian dari nilai STIKESMUS (Mulia, Unggul, Sinergis) tampak nyata dalam pelaksanaan CARESIA. Program ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari kampus, puskesmas, Pemerintah Kota Surakarta, hingga masyarakat, dalam satu tujuan bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan lansia berbasis keluarga dan komunitas.
Ketua STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Joko Tri Atmojo, menyampaikan bahwa keterlibatan STIKESMUS dalam program CARESIA sejalan dengan arah pengembangan institusi ke depan. Menurutnya, kampus kesehatan memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam menghadirkan solusi nyata bagi persoalan kesehatan di masyarakat. “Resolusi 2026 kami arahkan untuk memperkuat mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia, dan daya saing lulusan. Keterlibatan STIKESMUS dalam program CARESIA menjadi bagian dari proses pembelajaran yang bermakna sekaligus wujud kepedulian institusi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya lansia,” ungkapnya.
Melalui sinergi yang berkelanjutan bersama Puskesmas Gajahan dan Pemerintah Kota Surakarta, STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga humanis dan berdampak nyata. CARESIA menjadi salah satu cerminan bahwa proses belajar di STIKESMUS tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hadir dan tumbuh bersama masyarakat.