STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (STIKESMUS) bersama RSUD Kartini Karanganyar terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pendidikan tenaga kesehatan yang relevan dengan kebutuhan layanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi penguatan kerja sama yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Ruang Diklat RSUD Kartini Karanganyar.
Rapat yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi forum penyamaan persepsi pembimbing klinik dalam rangka persiapan praktik klinik mahasiswa, khususnya Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah dan Keperawatan Gawat Darurat. Melalui diskusi ini, STIKESMUS dan RSUD Kartini Karanganyar memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar klinik yang terarah, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
Kegiatan rapat koordinasi ini dikoordinir oleh Dewi Listyorini dari RSUD Kartini Karanganyar dan dihadiri langsung oleh Ketua STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Joko Tri Atmojo, bersama tim dosen serta pembimbing klinik dari kedua institusi. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan dialogis, membahas kesiapan lahan praktik, penguatan peran pembimbing klinik, serta pendampingan mahasiswa selama menjalani praktik di rumah sakit.
Selain fokus pada praktik klinik, pertemuan ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama penelitian antara STIKESMUS dan RSUD Kartini Karanganyar. Kedua institusi sepakat mendorong penelitian terapan yang berangkat dari persoalan nyata di layanan kesehatan, dengan luaran berupa publikasi di jurnal nasional dan internasional, serta policy brief yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan rekomendasi peningkatan mutu layanan di RSUD Kartini Karanganyar.
Kerja sama antara STIKESMUS dan RSUD Kartini Karanganyar telah terjalin selama kurang lebih 25 tahun. Kolaborasi jangka panjang ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan praktik klinik mahasiswa, peningkatan mutu pendidikan tenaga kesehatan, serta penguatan sinergi antara dunia akademik dan layanan kesehatan.
Melalui rapat koordinasi ini, STIKESMUS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga aktif membangun kolaborasi strategis yang berdampak nyata. Sinergi yang terjalin diharapkan terus memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas layanan rumah sakit, serta kontribusi bagi kesehatan masyarakat.
