Surakarta, 2 Desember 2025 — STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta menyelenggarakan Kuliah Pakar dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, bertempat di Aula STIKESMUS. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Puskesmas Sibela Surakarta, yaitu dr. Dani Widya Pratama dan Ibu Nataliana Indah Arie Novita, S.Kep., Ners. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV.”
Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Bapak Joko Tri Atmojo, S.Kep., Ns., MKM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai HIV/AIDS, terutama di lingkungan institusi pendidikan kesehatan. Beliau menegaskan bahwa pelayanan HIV harus terus menyesuaikan perubahan zaman, kebijakan, dan kebutuhan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan layanan serta perlindungan bagi kelompok berisiko.
Pada sesi materi, dr. Dani Widya Pratama menyampaikan paparan mengenai dukungan layanan medis dan perkembangan terkini dalam penanganan HIV, termasuk pentingnya deteksi dini, terapi ARV, dan upaya mengurangi stigma. Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan layanan HIV tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga dukungan masyarakat, kebijakan, dan peran tenaga kesehatan masa depan.
Sementara itu, Ibu Nataliana Indah Arie Novita, S.Kep., Ners membahas aspek asuhan keperawatan dalam layanan HIV, mulai dari konseling, pendampingan pasien, manajemen kasus, hingga pendekatan pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care). Beliau juga membagikan pengalaman praktik di Puskesmas Sibela dalam mempertahankan kualitas layanan HIV meski menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa STIKESMUS dari berbagai program studi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari diskusi interaktif dan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar layanan HIV, isu global, serta tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.
Melalui kegiatan Kuliah Pakar ini, STIKESMUS berharap dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memahami isu HIV/AIDS, serta mempersiapkan tenaga kesehatan yang peduli, kompeten, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
